Seketika muncul pertanyaan, apa itu mimpi?  Bagaimana bentuk nya, terkandung dalam formula apa atau teori apa tersebut? Semua masih menjadi tanya bagi saya. Kemarin hari saya mencoba untuk kembali ke masa lalu saya, ke alam mimpi indah yang telah saya lewati dan yang telah saya tak sadari. Sesaat saya duduk di sebuah bangku kayu panjang yang biasa saya duduki sendiri maupun dengan teman saya sesekali. Di hari pagi atau siang hingga petang. Lalu mulai muncul banyak pertanyaan yang ada di benak saya,

apa yang telah terjadi kemarin adalah mimpi terindah gua? salah langkah mungkin?

Pertanyaan itu selalu muncul berkembang didalam benak saya sekarang ini. Keputusan pindah untuk hidup berkependidikan jauh dari pusat kota adalah salah, mungkinkah? Akan bertambah salah jika tinggal di kota gersang nan skeptis. Mungkin bagi sebagian kalangan saya bodoh, namun memang saya bodoh pergi dari pusat kota yang selama ini telah menjadi mimpi terindah saya, a city dreamin’ boy. Saya pun masi terus bertanya sebenanya apa sih itu mimpi? Menilik lebih dalam, saya mengutip teori mimpi oleh Freud, Mimpi adalah peleburan beberapa tokoh atau hal  yang memiliki sifat yang umum ke dalam satu gambar, atau bahkan peleburan beberapa kata yang mengacu pada realitas yang berbeda dalam satu kata.
Mimpi memiliki 2 isi: isi manifes dan isi laten.
Isi manifes adalah gambar-gambar yang masih diingat saat bangun, yang muncul
dalam pikiran saat berusaha mengingatnya.

Isi laten, disebut juga ‘pikiran mimpi’, adalah sesuatu yang tersembunyi. Isi mimpi laten adalah teks asli yang keadaanya yang primitif harus disusun kembali melalui gambar yang sudah diputarbalikkan yang disajikan oleh mimpi manifes.
Penafsiran mimpi laten (pekerjaan mimpi) – sastra:
1. Figurasi
Mimpi difigurasikan dalam bentuk gambar.
2. Kondensasi
Menggabungkan beberapa pikiran mimpi.
3. Pemindahan
Kebalikan dari kenyataan.
4. Simbolisasi
Dihubungkan melalui hubungan analogis.

Keempatnya bertujuan untuk menyamarkan hasrat yang tidak bisa terwujud di alam nyata karena adanya sensor. Ini yang disebutre pre si. Ini dianalogikan kepada penulis yang terbatas oleh kekangan penguasa terhadap tulisannya (sastra).
Dalam figurasi terdapat
1.Figurasi. Penulis langsung menuliskan imajinasinya.
2.Kondensasi. Penulis menggambarkan seorang tokoh dari gabungan beberapa
orang yang pernah ditemuinya.
3. Pemindahan/peralihan. Penulis menggunakan hal yang berbeda dengan apa
yang dimaksud sebenarnya (substitusi).
4.Simbolisasi. Menggunakan sebuah penanda untuk hal tertentu (metafora).

Entah mimpi apa yang saya dapat dulu.  Ini yang saya namakan poros maya-nyata, tidak tahu saya hidup di dunia yang mana jelas bentuk nya,  turut disesali saya telah kehilangan mimpi indah  yang tak disadari telah hilang. Mungkin untuk sesekali saya bisa kembali ke alam mimpi saya yang setengah nyata yang sudah tidak sesempurna dahulu. Tertipu oleh ilusi ekspektasi mimpi banyak orang adalah kesalahan terbesar dan saya memutuskan untuk hidup  dialam maya-nyata yang saya miliki, karena setiap individu digariskan untuk merdeka termasuk menetukan pilihan hidup nya.

Refrensi Penulisan:

http://www.scribd.com/doc/36520262/Teori-Mimpi-Freud#

Advertisements
“I went to the woods because I wished to live deliberately, to front only the essential facts of life, and see if I could not learn what it had to teach, and not, when I came to die, discover that I had not lived. I did not wish to live what was not life, living is so dear; nor did I wish to practise resignation, unless it was quite necessary. I wanted to live deep and suck out all the marrow of life, to live so sturdily and Spartan-like as to put to rout all that was not life, to cut a broad swath and shave close, to drive life into a corner, and reduce it to its lowest terms, and, if it proved to be mean, why then to get the whole and genuine meanness of it, and publish its meanness to the world; or if it were sublime, to know it by experience, and be able to give a true account of it in my next excursion.” -thoreau

It’s good to be home, under my warm blanket and fabric pillow. Seeing my fake plastic lantern on and off. It’s getting tense when i saw my window talked to me like high speed lighter.

Focking my own word’s world, full of colors you can’t never imagined. Bunch of insects went fly away, between an ear and radio’s tuned.

What’s all wrong it ain’t wrong, brand new lights with a high sights. Big dopes won’t bring a butterflies off.

Sunset closed and boomed sea down right at this boulevard were very high end.

And lady of  Olympus bring us a Goddess intelligent. Fairy-insects flew to the top of nirvana’s olympus, took bones of perfectless soul down.

Underwater oxygen clapped, it absorbed up to high monitor def’s.

Melodic rhyts showed mine a perfecta spectato space dimension runaway. an eyes of meditate.

.A – Enghuowaeroe.